Pagi hari saat subuh telah terlewati. Koneksiku mati. Aku terdiam sendiri. Sepi. Melatih jejak – jejak langkahku lalu yang terjerembab kelu menari tergelak bertahtakan semu sampai lidah hilang tersayat sembilu rindu menitik air mataku tercekat dilema sebuah kegagalan harap jikalau saja ada indah rasanya menikmati asa Pernah tidak kamu merasakan sedemikian hampanya ? Sampai sampai [...]
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »